Avram Noam Chomsky, lahir 7 Desember 1928 di Philadelphia, Amerika Serikat, dikenal sebagai salah satu intelektual paling berpengaruh di dunia modern. Ia adalah seorang ahli linguistik, filsuf, penulis, sekaligus kritikus politik yang karyanya mengubah cara pandang kita tentang bahasa, kekuasaan, dan kebebasan.
Sejak 1955, Chomsky menjadi profesor di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan memperkenalkan tata bahasa transformasional, teori yang menyatakan bahwa kemampuan berbahasa bersifat bawaan alami manusia. Bukunya, Syntactic Structures (1957), menjadi tonggak penting linguistik modern dan melahirkan apa yang dikenal sebagai Chomsky Hierarchy, yang memengaruhi linguistik, psikologi, hingga filsafat.
Namun, Chomsky tak hanya bicara tentang bahasa. Ia juga dikenal sebagai kritikus tajam kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Esainya The Responsibility of Intellectuals (1967) menentang Perang Vietnam, sementara bukunya Manufacturing Consent (1988) mengkritik peran media dalam membentuk opini publik.
Pandangan politiknya yang berani kerap memicu kontroversi. Ia pernah menandatangani petisi kebebasan berpendapat untuk seorang akademisi Prancis yang menyangkal Holocaust—meskipun ia menegaskan bahwa ia menolak Holocaust denial. Buku 9-11: Was There an Alternative? (2002) juga memicu debat karena menyebut AS sebagai “negara teroris utama.”
Dalam kehidupan pribadinya, Chomsky menikah dengan Carol Schatz dari 1949 hingga 2008, lalu menikah dengan Valeria Wasserman pada 2014. Pada 2023, ia mengalami stroke dan kini dalam masa pemulihan di Brasil.
Di usianya yang hampir satu abad, Chomsky tetap dihormati sebagai pemikir besar yang meninggalkan warisan abadi di bidang linguistik, politik, dan filsafat.












